Selasa, 10 November 2009 | 15:53 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta – Saksi Kombes Wiliardi Wizard mengatakan dirinya didekati Direktur Reserse Polda Metro Jaya, Kombes Muhammad Iriawan untuk merekayasa Berita Acara Pemerikasaan miliknya.
“Silakan buat saja bagaimana yang terbaik supaya bisa menjerat Antasari,” ungkapnya dalam persidangan mengutip arahan Iriawan.
Wiliardi menyetujui permintaan tersebut dengan syarat bisa langsung pulang. “Iya dijamin pulang,” tambahnya. Namun ia mengaku kecewa saat pemberitaan bahwa dirinya menjadi eksekutor kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen muncul di televisi.
“Saya langsung sms Kombes Muhamad Iriawan. Janjimu mana? Tolong klarifikasi saya tidak sebejat itu,” ungkapnya dalam persidangan. Wiliardi meminta majelis sidang membuka smsnya kepada Direktur Reserse tersebut sebagai bukti. “Langsung saat itu juga kami ditahan,” kata dia.
Dua hari setelah penandatanganan, Wiliardi mengajukan protes. Ia pun mencabut seluruh isi BAP yang telah ditandatangani tersebut. “Kami beranikan diri. Dibilang pengkhianat terserah. Saya cabut semua,” tambahnya.
Namun menurutnya BAP yang telah dicabut itulah yang landasan penindakan polisi dan jaksa. “Justru itu yang dipakai sebagai dasar. Kalau pakai BAP yang pertama tidak bisa menjerat Antasari,” kata Wiliardi.
VENNIE MELYANI | ALWAN RIDHA RAMDANI
Komentar Terakhir